Materi
PAI Kelas 8 SMP
BAB
3
Mengutamakan
Kejujuran dan Menegakkan Keadilan
1. Jujur
Kejujuran dalam keluarga merupakan pondasi awal bagi kelangsungan
kehidupan di masyarakat. Masing-masing anggota keluarga berperilaku jujur satu
sama lain, dalam arti berkata apa adanya dan sesuai kenyataan.
Semua anggota masyarakat akan hidup rukun dan damai jika masing-masing
menjunjung tinggi kejujuran. Kejujuran harus diutamakan dalam setiap pergaulan,
baik dirumah, sekolah maupun masyarakat.
Setiap tugas dan kewajiban yang dilaksanakan dengan sebaik-baiknya pasti
akan mendapat balasan dari Allah Swt berupa pahala. Dalam sebuah hadits riwayat
Muslim, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
“Seorang bendahara muslim yang
melaksanakan tugasnya dengan jujur, dan membayar sedekah kepada orang yang
diperintahkan oleh majikannya secara sempurna, dengan segera dan dengan
pelayanan yang baik, maka ia mendapat pahala yang sama seperti orang yang
bersedekah.”
Sumber : Kitab Hadis Shahih Muslim
2. Adil
Adil berarti memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya,
meletakkan segala urusan pada tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang
memihak kepada kebenaran, bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku,
maupun bangsa. Ajaran Islam menjunjung tinggi azas keadilan.
Dalam sebuah hadits riwayat Nasa’i, Rasulullah Saw bersabda yang
artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang
berlaku adil akan ditempatkan di sisi Allah Ta’ala di atas mimbar-mimbar yang
terbuat dari cahaya, di sisi sebelah kanan ‘Arrahman. aitu, orang-orang yang
adil dalam menghukumi mereka, adil dalam keluarga mereka dan dalam mengerjakan
tugas mereka.”
Sumber : Kitab Hadis Sunan Nasa’i
Allah Swt menegaskan bahwa kebencian
terhadap suatu golongan, atau individu, janganlah menjadi pendorong untuk
bertindak tidak adil. Ini menjadi bukti bahwa Islam menjunjung tinggi keadilan.
3. Memahami Dalil Naqli tentang
Perilaku Jujur dan Adil
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ
بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا
ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ
خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ – ٨
Artinya: “
Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakan kebenaran karena Allah Swt, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekal-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan
bertakwalah kepada Allah Swt, sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang
kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)
Ayat di atas menegaskan bahwa menegakkan keadilan harus karena Allah Swt
semata, bukan karena kepentingan pribadi atau duniawi. Kepentingan pribadi atau
duniawi harus dikesampingkan dalam menegakkan keadilan.
Bagaimana jika kebenaran itu dari orang kafir? Kita harus tetap berlaku
adil dan menerima kebenaran meskipun muncul dari orang kafir. Bahkan jika kita
menolak kebenaran dari yang kafir dikategorikan sebagai kezaliman. Jadi,
keadilan itu berlaku untuk semua, baik kawan maupun lawan.
Rasulullah Saw dalam sebuah hadits
bersabda yang artinya:
“Hendaklah
kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan,
sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga”(HR Tirmidzi)
Hadits di atas menegaskan bahwa kejujuran akan membimbing kepada
kebaikan. Dan kebaikan akan membawa pelakunya ke surga. Seseorang yang jujur
akan hidup dengan tenang. Ia menjalani kehidupan dengan penuh optimis dan
semangat.
Keadilan sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Bahkan doa seorang
pemimpin yang adil akan diterima oleh Allah Swt sebagaimana hadis berikut ini
yang artinya :
“Telah
menceritakan kepada kami Abu Al Mudillah pelayan Ummul Mukminin, bahwa ia
mendengar Abu Hurairah berkata: .” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin)
yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi.
Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya” (HR Ahmad)
4. Memahami Cara Menerapkan Perilaku
Jujur dan Adil
Bagaimana cara menerapkan perilaku jujur dan adil dalam kehidupan
sehari-hari? Caranya adalah dengan melatih diri secara terus menerus. Kedua
perilaku terpuji tersebut, perlu dilatih dan dibiasakan setiap saat di manapun
kalian berada. Jika seseorang sudah terbiasa jujur dan adil, maka kedua
perilaku mulia ini akan melekat dalam dirinya.
1). Menerapkan Perilaku Jujur
Perilaku jujur dapat kita terapkan di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Untuk memahami cara menerapkan perilaku jujur perhatikan contoh perilaku jujur
berikut ini:
a).
Di rumah, kita melaksanakan tugas yang diberikan orang tua dengan
sebaiknya-baiknya. Misalnya, ibu minta tolong dibelikan minyak goreng dan
kebutuhan pokok lainnya. Sebagai anak jujur, semua uang sisa kembalian
diberikan kepada ibu. Hal ini berarti memegang dan menjalankan amanah dengan
baik. Memberitakan sesuatu hal baik ke orang tua ataupun ke dalam lingkungan
masyarakat.
b).
Di sekolah, mengerjakan tugas yang diberikan bapak-ibu guru dengan penuh
tanggung jawab. Tidak menyontek saat ulangan, melaksanakan piket sesuai jadwal,
mentaati tata tertib sekolah, bertutur kata yang benar kepada bapak-ibu guru,
karyawan, dan teman. Jika bersalah harus mengakui kesalahannya
c).
Di masyarakat, kita dapat berperilaku jujur dalam rangka membangun masyarakat
yang tenang, harmonis dan saling menghormati Seseorang yang jujur tidak akan
mengarang cerita atau gosip sehingga akan menimbulkan gaduh dan suasana
lingkungan menjadi tidak kondusif, antara ucapan dan perbuatan. Seseorang yang
jujur harus sama. Dengan berperilaku jujur, maka orang lain akan merasa aman
dan tenteram.
2). Menerapkan Perilaku Adil
Perilaku adil juga dapat kita
terapkan di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Untuk memahami cara menerapkan
perilaku adil perhatikan contoh perilaku adil berikut ini:
a).
Di rumah, misalnya setiap awal bulan ayah memberikan uang saku kepada ketiga
anaknya, termasuk kalian sebagai anak pertama. Ayah menitipkan uang saku untuk
kedua adikmu. Masing-masing mendapat Rp.100.000 dan Rp.50.000, sedangkan kamu
mendapat Rp.200.000. Ayah memberikan uang saku secara adil berdasarkan tingkat
kebutuhan anak-anaknya. Sebagai kakek, kalian harus adil kepada adik-adik
kalian, yaitu memberikan hak uang saku kepada mereka sesuai perintah ayah.
b).
Di sekolah, menghormati dan menghargai tugas ketua dan semua pengurus kelas.
Kalian harus memperlakukan mereka dengan adil sesuai posisinya masing-masing di
kepengurusan kelas. Bukan justru sebaliknya, meremehkan dan merendahkan mereka
sebagai “pesuruh” kelas.
c).
Di masyarakat, berlaku adil kepada tetangga dan warga dalam satu RT, RW ataupun
kelurahan. Memperlakukan tetangga dengan baik, tidak merusak nama baiknya
dengan menyebarkan cerita-cerita negatif. Tidak mengganggu tetangga dengan
suara musik yang terlalu keras dari dalam rumah kita. Mengapa demikian? Sebab
tetangga juga punya hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik. Dengan
memberikan hak kepada tetangga berarti kita telah berperilaku adil kepada
tetangga.
Refleksi Akhlak Mulia
Kalian sekarang menjadi mengerti tentang kejujuran dan menegakkan keadilan.
Jujur dan adil merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan oleh Allah Swt.
Keduanya akan membawa pelakunya meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Daftar
Pustaka :
Ahsan Muhamad, Sumiyati, & Mustahdi. 2017. Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang,
Kemendikbud.

No comments:
Post a Comment